"Ya Allah,janganlah Engkau hukum aku dg sebab (pujian) yg mereka ucapkan,dan ampunilah aku dari (perbuatan dosa) yg tidak mereka ketahui (dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yg mereka sangka)" (HR. Bukhari) ### “Dan apabila kamu menghitung ni’mat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” (Q.S. Ibrahim: 34) ### “Apabila kamu bersyukur niscaya akan Aku tambahkan nikmat-Ku, dan apabila kamu kufur maka adzab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim:7) ### “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’d:11) ### “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Imran: 139) ### “Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur.” (Q.S. Yusuf: 87) ### “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286) ### “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6) ### “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Senin, 24 Juni 2013

Jalan-jalan ke Pantai Kondang Merak



Setelah selesai dari undangan pernikahan teman kuliah di Bantur Malang, kira2 pukul 12.30, sebagian dari kami langsung cek out menuju tempat wisata yang ada di Bantur. Ada 17 anak yang ikut ke tempat wisata yaitu: aku, soni, sukma, rendi, mazzainuri, nike, very, wiwit, ipin, nana, muslihatun, ihram, fahriza, deddy, titik, puguh, dan shiro. Tujuan awal kita akan menuju balekambang yang kira-kira membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat pernikahan teman kami.

Kamipun menikmati perjalanan menuju tempat wisata dengan perasaan senang karena medan menuju ketempat wisata sangat unik. Melewati pegunungan naik turun dengan banyak tikungan.Ditambah lagi dengan pemandangan sekitar yang masih alami dan udara yang sejuk menambah indahnya perjalanan kami menuju kesana. Setelah berjalan beberapa menit tibalah kami pada sebuah perempatan dan kami berhenti. Diperempatan tersebut terdapat rambu-rambu penunjuk jalan, jika terus akan menuju balekambang, ke kiri akan menuju pantai ngantep, dan ke kanan menuju pantai Kondang Merak. Tujuan kami menuju pantai balekambangpun jadi goyah, karena terdapat banyak pilihan.

“Aku sudah sering ke balekambang bagaimana kalau kita coba ke tempat yang lain saja, misal ke pantai Kondang Merak ”, ujar soni,
“Tapi kan jalannya makadaman, apa tidak sulit itu, apalagi aku pakai sepeda matik”, celetuk salah satu teman kami.
Dedi pun ikut bicara,”aku sudah pernah kesana,ya memang jalannya agak sulit sih, tapi panorama di pantai sana sangatlah bagus, masih alami dan bersih.

Setelah berdiskusi beberapa menit kamipun memutuskan untuk ke pantai Kondang Merak. Seperti yang terlihat di penunjuk jalan pantai Kondang Merak masih berjarak 4 km dari perempatan tempat kami berhenti. Kamipun segera meruskan perjalanan karena waktupun juga semakin sore. Ditengah perjalanan kamipun sempat kaget, ternyata jalan kesana tidak hanya sekedar jalan makadam, tapi harus melewati lumpur juga, hingga kamipun harus berhenti dan berdiskusi dengan teman-teman, apakah lanjut perjalanan ataukah balik 360° dan tidak jadi ke Kondang Merak. “Maklum saat ini musim penghujan sehingga wajar jika jalannya demikian”, kata temanku. Setelah berdiskusi kamipun akhirnya tetap melanjutkan perjalan. Kami bertekat bahwa ini adalah salah tantangan yang harus  ditaklukkan.

Sempat di tengah perjalanan motornya Soni, yang kebetulan juga merupakan motor yang ku tebengi, terpeleset dilumpur. “Haduuuuh, kotor semua celana yang ku pakai” gumamku. Begitu juga dengan dengan baju yang dipakai Soni, kotor semua. Lucunya saat terjatuh Soni langsung lari dari motornya dan segera minggir dari jalan. Sementara aku yang dibelakang tidak bisa lari dan ikut terjatuh. Aku pun tidak dapat langsung bangkit, karena kaki tertindih sepeda. Akhirnya aku ditolong salah satu teman. “Haduuuuh mau refressing ketempat wisata lha kok kayak gini kejadinnya ya?

Setelah itu kami tetap melanjutkan perjalan dengan lebih berhati-hati lagi. Ternyata perjalanan yang 4 km ini membutuhkan waktu yang lama, tidak seperti perkiraanku tadi, dikarenakan medan yang sulit. Setelah berjalan kira-kira setengah jam kamipun sampai ketempat wisata. Alhamdulillah akhirnya sampai juga. Tiket masuk ke pantai tersebut Rp 4.000,-/orang.

Sesampainya di sana sebagian dari kami langsung ganti pakaian dan mandi kepantai. Memang pantai ini banyak karangnya sehingga harus hati-hati saat mandi disini. Meskipun demikian pantai ini sangat cocok dibuat mandi karena airnya tenang dan merupakan air payau yaitu percampuran antara air laut dan air tawar, jadi tidak begitu asin dan pekat. Sementara sebagian dari kami hanya ada yang sekedar foto-foto  khususnya yang cewek-cewek, mengabadikan kenangan jalan sama teman kuliah (maklum dampak dari semester akhir, dan dianggap bahwa ini momen terakhir kebersamaan dengan teman kuliah).

Karena waktu juga yang sudah tidak memungkinkan dan matahari sudah hampir tenggelam akhirnya kami segera membersihkan diri. Sebenarnya kami masih belum puas dan masih ingin berlama-lama disana, tapi situasi tidak memungkinkan, apalagi jalan ke tempat ini tidak mudah dan akan bahaya jika pulang terlalu petang. Sekitar pukul setengah lima kami sudah siap pulang, kembali lagi menaklukkan medan yang cukup menantang di perjalanan pulang.

Lucunya dalam perjalanan pulang ditempat yang sama motor yang ku tebengi terpeleset lagi, haduuh...bagaimana bisa terpeleset sampai 2 kali ditempat yang sama? akhirnya tawa dari kamipun keluar dengan sendirinya. Bedanya saat berangkat motor terpeleset sampai roboh, tetapi saat pulang motor tetap berdiri tetapi ban motor selip dan motor tertanam di lumpur, hmmmm su

Sabtu, 22 Juni 2013

Galery With My Family

galeri ini diambil pada waktu kamimasihbersam-samadengan keluarga

Jumat, 21 Juni 2013

My Curriculum Vitae


Karena Rp 500,-



Cerita ini adalah kejadian nyata yang terjadi pada temanku yang bernama A’an. Ketika itu dia hendak pulang kampung halaman (pare) dari kota malang tempat dia menempuh ilmu. Dia pulang dengan membawa uang satu lembar Rp 20.000. Uang tersebut digunakan untuk naik angkot dari kos menuju terminal bus landungsari malang Rp 2,500, sehingga uang kembalian yang dipegang A’an saat ini Rp 17,500. Setelah sampai terminal Landungsari A’an naik  bus puspa indah menuju Pare. Di dalam dalam bus tersebut ada seorang pengamen lalu A’an pun memberikan uang Rp 500 yang merupakan sebagian dari uang kembalian saat dia naik angkot tadi. Uang A’an saat ini tinggal Rp 17.000.

Tibalah saatnya seorang kondektur bus menarik ongkos kepada penumpang. Ongkos bus Malang – Pare waktu itu Rp 15.000. Dengan tenangnya A’an membayar ongkos bus dengan uang pas Rp 15.000. Uang tersebut terdiri dari satu lembar uang sepuluh ribuan dan satu lembar lagi uang lima ribuan. Tanpa A’an sadari uang sepuluh ribuan tersebut sudah tidak layak pakai/lecet/rusak, sehingga kondektur buspun tidak mau menerima uang A’an yang sepuluh ribuan. A’an bingung, karena dia tidak tau harus membayar pakai apa, saat itu dia hanya berfikir akan turun jika kondektur menyuruhnya untuk turun. Subhanallah tapi Allah berkehendak lain, Allah akan selalu menolong hambanya bagi siapa saja yang Dia kehendaki.

Singkat cerita, waktu A’an mempunyai inisiatif untuk menukarkan sepuluh ribuan itu. Dia mencoba menukarkan kepada seorang ibu yang saat itu duduk dibangku depannya meski dengan perasaan malu yang tak.terkira,

A’an “Buk, minta tolong tukar uang sepuluh ribuan saya bisa bu, pak kondekturnya tidak mau menerima uang saya katanya sudah rusak dan tidak laku lagi”.
Ibuk ”Oh gitu, iya dek bisa”. A’an pun bergegas menyodorkan uang sepuluh ribuannya.
Ibuk, “ Oh itu uangnya adek simpan saja untuk beli jajan, dan ini uang sepuluh ribu untuk bayar busnya.
A’an pun menolak pemberian itu, tapi ibuk tetap ngotot, akhirnya A’an menerima juga, kemudian ibu itu bertanya lagi “Lha nanti adek menuju rumah naik apa?”
A’an menjawab “Naik ojek Bu,karena dari tempat saya turun nanti, masih sekitar 5 km menuju rumah”

Mendengar jawaban A’an Ibu itu mengeluarkan dompetnya lagi dan mengambil uang sepuluh ribuan lalu diberikan kepada A’an. Tidak hanya itu A’an pun diberi dua batang roti untuk dimakan saat itu.

Subnallah maha suci Allah dengan segala firmannya. Tahukah kalian mengapa hal tersebut bisa terjadi? Tentunya ini bukan suatu kebetuan belaka, tapi sesuai dengan janji Alloh dalam surat Albaqoroh : 261, bahwasanya Allah akan melipat gandakan orang-orang yang mau bersodaqoh. Padahal jika kita cermati dari atas A’an hanya mensodaqohkan Rp 500 kepada sang pengamen. Dan uang tersebut diganti oleh Allah dengan berlipat-lipat ganda.   

Katanya Kebersihan Sebagian dari Iman?



Gambar tersebut merupakan pemandangan yang terlihat disalah satu kotrakan mahasiswa tepatnya di sumbersari Malang. Tentunya jika kita pandang sangat tidak enak bukan? “ya beginilah keadaanya, namanya juga kontrakan mahasiswa putra, apalagi penghuni kontrakan ini banyak”, ujar salah satu mahasiswa penghuni kontrakan tersebut. “Lha apa tidak ada manajemen kusus untuk kebersihan misal membuat jadwal piket gitu?” tanyaku. “Ya, ada sih dulu tapi tidak bisa berjalan dengan baik, dan akhirnya seperti ini. Jika tak ada salah satu yang peduli membersihkannya sampai kapanpun akan seperti ini, berlanjut dan terus berlanjut”.

Sungguh ironis sekali, mereka adalah kalangan terpelajar, yang berdandanan rapi saat keluar rumah, tapi seperti itu kontrakan tempat mereka melepas lelah, padahal dalam islam sudah diajarkan bahwasanya menjaga kebersihan itu sangatlah penting, bahkan dalam suatu hadist telah disebutkan “Annadlofatu minal iman”, yang artinya “keberbersihan adalah sebagian dari iman”. Mungkinkah ini adalah gambaran dari keimanan yang masih kurang? Jawabanya ada di diri kita sendiri. Wallahu A’lam.

bisA Cepat,



Apa yang anda fikirkan saat melihat gambar tersebut? Ya jika kita lihat secara sekilas memang yang terlihat adalah kata AC, padahal sebenarnya itu adalah sebuah kalimat yang merupakan gabungan dari dua kata yang jika dibaca menjadi “bisa cepat”. Memang gambar tersebut hanya sebuah ilustrasi, tapi kalimat ini tertulis di salah satu bus (tidak saya sebutkan mereknya) yang saya jumpai di terminal Blitar. “Hmmmmm pemilik bus ini bisa-bisa saja”, gumam saya dalam hati. Lucu sih sebenarnya tapi bagaimana jika ada penumpang yang kurang cermat dan mengira bahwa itu adalah bus AC? Dan kemudian penumpang kecewa karena saat dia naik merasa telah dibohongi dengan istilah AC? Apakah ini tidak akan menimbulkan dosa kepada pemilik bus tersebut?

Dalam islam sifat jujur dianjurkan, seperti sabda Rosulillah SAW yang artinya “Hendaknya kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kalian kepada kebajikan. Dan kebajikan itu menunjukkan kalian jalan ke surga. (HR. Muslim)     

Memang pemilik bus tersebut tidaklah salah, mungkin dia ingin memberi nuansa humor pada bus yang mereka miliki, tapi kenyataan yang terjadi bukanlah demikian, nuansa pembohonganlah yang terjadi. Astaqfirullah, jika memang demikian maka praktek-praktek seperti ini harus kita hindari, Allah mencintai orang-orang yang menjaga dirinya dari sifat tersela.