Setelah selesai dari undangan pernikahan teman kuliah di Bantur Malang, kira2 pukul 12.30, sebagian dari kami langsung cek out menuju tempat wisata yang ada di Bantur. Ada 17 anak yang ikut ke tempat wisata yaitu: aku, soni, sukma, rendi, mazzainuri, nike, very, wiwit, ipin, nana, muslihatun, ihram, fahriza, deddy, titik, puguh, dan shiro. Tujuan awal kita akan menuju balekambang yang kira-kira membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat pernikahan teman kami.
Kamipun menikmati perjalanan
menuju tempat wisata dengan perasaan senang karena medan menuju ketempat wisata
sangat unik. Melewati pegunungan naik turun dengan banyak tikungan.Ditambah
lagi dengan pemandangan sekitar yang masih alami dan udara yang sejuk menambah
indahnya perjalanan kami menuju kesana. Setelah berjalan beberapa menit tibalah
kami pada sebuah perempatan dan kami berhenti. Diperempatan tersebut terdapat
rambu-rambu penunjuk jalan, jika terus akan menuju balekambang, ke kiri akan
menuju pantai ngantep, dan ke kanan menuju
pantai Kondang Merak. Tujuan kami menuju pantai balekambangpun jadi goyah,
karena terdapat banyak pilihan.
“Aku sudah sering ke
balekambang bagaimana kalau kita coba ke tempat yang lain saja, misal ke pantai
Kondang Merak ”, ujar soni,
“Tapi kan jalannya makadaman,
apa tidak sulit itu, apalagi aku pakai sepeda matik”, celetuk salah satu teman
kami.
Dedi pun ikut bicara,”aku
sudah pernah kesana,ya memang jalannya agak sulit sih, tapi panorama di pantai
sana sangatlah bagus, masih alami dan bersih.
Setelah berdiskusi beberapa
menit kamipun memutuskan untuk ke pantai Kondang Merak. Seperti yang terlihat
di penunjuk jalan pantai Kondang Merak masih berjarak 4 km dari perempatan
tempat kami berhenti. Kamipun segera meruskan perjalanan karena waktupun juga
semakin sore. Ditengah perjalanan kamipun sempat kaget, ternyata jalan kesana
tidak hanya sekedar jalan makadam, tapi harus melewati lumpur juga, hingga
kamipun harus berhenti dan berdiskusi dengan teman-teman, apakah lanjut
perjalanan ataukah balik 360° dan tidak jadi ke Kondang Merak. “Maklum saat ini
musim penghujan sehingga wajar jika jalannya demikian”, kata temanku. Setelah
berdiskusi kamipun akhirnya tetap melanjutkan perjalan. Kami bertekat bahwa ini
adalah salah tantangan yang harus ditaklukkan.
Sempat di tengah perjalanan
motornya Soni, yang kebetulan juga merupakan motor yang ku tebengi, terpeleset
dilumpur. “Haduuuuh, kotor semua celana yang ku pakai” gumamku. Begitu juga dengan
dengan baju yang dipakai Soni, kotor semua. Lucunya saat terjatuh Soni langsung
lari dari motornya dan segera minggir dari jalan. Sementara aku yang dibelakang
tidak bisa lari dan ikut terjatuh. Aku pun tidak dapat langsung bangkit, karena
kaki tertindih sepeda. Akhirnya aku ditolong salah satu teman. “Haduuuuh mau refressing
ketempat wisata lha kok kayak gini kejadinnya ya?
Setelah itu kami tetap
melanjutkan perjalan dengan lebih berhati-hati lagi. Ternyata perjalanan yang 4
km ini membutuhkan waktu yang lama, tidak seperti perkiraanku tadi, dikarenakan
medan yang sulit. Setelah berjalan kira-kira setengah jam kamipun sampai ketempat
wisata. Alhamdulillah akhirnya sampai juga. Tiket masuk ke pantai tersebut Rp
4.000,-/orang.
Sesampainya di sana
sebagian dari kami langsung ganti pakaian dan mandi kepantai. Memang pantai ini
banyak karangnya sehingga harus hati-hati saat mandi disini. Meskipun demikian
pantai ini sangat cocok dibuat mandi karena airnya tenang dan merupakan air
payau yaitu percampuran antara air laut dan air tawar, jadi tidak begitu asin
dan pekat. Sementara sebagian dari kami hanya ada yang sekedar foto-foto khususnya yang cewek-cewek, mengabadikan
kenangan jalan sama teman kuliah (maklum dampak dari semester akhir, dan
dianggap bahwa ini momen terakhir kebersamaan dengan teman kuliah).
Karena waktu juga yang
sudah tidak memungkinkan dan matahari sudah hampir tenggelam akhirnya kami
segera membersihkan diri. Sebenarnya kami masih belum puas dan masih ingin
berlama-lama disana, tapi situasi tidak memungkinkan, apalagi jalan ke tempat
ini tidak mudah dan akan bahaya jika pulang terlalu petang. Sekitar pukul
setengah lima kami sudah siap pulang, kembali lagi menaklukkan medan yang cukup
menantang di perjalanan pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar