"Ya Allah,janganlah Engkau hukum aku dg sebab (pujian) yg mereka ucapkan,dan ampunilah aku dari (perbuatan dosa) yg tidak mereka ketahui (dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yg mereka sangka)" (HR. Bukhari) ### “Dan apabila kamu menghitung ni’mat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” (Q.S. Ibrahim: 34) ### “Apabila kamu bersyukur niscaya akan Aku tambahkan nikmat-Ku, dan apabila kamu kufur maka adzab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim:7) ### “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’d:11) ### “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Imran: 139) ### “Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur.” (Q.S. Yusuf: 87) ### “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286) ### “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6) ### “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Selasa, 25 Juni 2013

Megengan



Mengengan merupakan suatu prosesi yang dilakukan untuk menyambut datangaya bulan suci romadlon. Megengan ini sangat unik lho kawan-kawan. Seperti ditempat tinggalku. Megengan merupakan tasyakuran yang dilakukan secara bergantian oleh masyarakat, dari satu rumah kerumah yang lain. Tiap rumah menyediakan ambengan/berkat yang sudah diracik dalam suatu wadah. Jadi tiap-tiap undangan yang hadir dalam megengan tersebut mendapat satu bagian ambengan/berkat.

Dulunya ditempatku megengan ini dilakukan serempak sehari sebelum bulan suci romadlon. Kenapa harus sehari sebelum romadlon? Hal pernah saya tanyakan kepada nenek saya. Dan jawabnyapun sederhana, biar lebih afdol katanya. Tapi untuk saat ini megengan tidak dilakukan serempak dalam satu hari sebelum bulan romadlon. Bayangkan saja berapa banyak ambengan yang akan diperoleh oleh tiap warga jika mereka melakukan megengan dalam satu hari? Tentunya akan banyak sekali, dan akhirnya berkatpun tidak habis dimakan, mau diberikan ke tetangga tapi tetangga juga mempunyai kasus yang sama seperti kita. Bukankah ini akan menyebabkan mubazir? Semetara dalam pandangan islam mubazir sangat tidak dianjurakan. Bahkan Rosulullah pernah mengatakan bahwa “mubazir adalah teman syaithon”.

Oleh karena itu untuk saat ini ditempatku megengan mulai dilakukan jauh hari sebelum ramadalan tiba. Misal seminggu sebelum romadlon sudah ada yang mulai nyicil melakukan megengan, sehingga dengan demikian tumpukan makanan berkat akan dapat dikurangi, dan berkat tidak akan terbuang sia-sia.

Ditempat lain yang juga merupakan tetangga kampungku, megengan tidak dilakukan di tiap rumah, tapi serempak di masjid. Tiap keluarga membawa satu ambengan, dan ambengan ini akan dimakan secara bersama-sama. Beda lagi tata cara megengan yang dikukan di pare. Menurut informasi dari teman megengan dilakukan di masjid secara serempak bagi yang kurang mampu, dan bagi orang yang tergolong kaya megengan dilakukan dirumah sendiri, dan mengundang banyak orang. Ya, apapun bentuk dan caranya yang penting sama tujuannya. Itulah uniknya islam dalam menyambut datangnya bulan suci romadlon.

Eh lupa satu hal lagi,  megengan bukan hanya dilakukan untuk menyambut bulan suci romadlon lho, tetapi megengan ini juga dikukan lagi untuk menutup berakhirnya bulan suci romadlon. Hmmmm asyiiik makanan enak melimpah ruah ni, hehehehe.

Tidak ada komentar: