Mengengan merupakan suatu prosesi yang dilakukan untuk menyambut datangaya bulan suci romadlon. Megengan ini sangat unik lho kawan-kawan. Seperti ditempat tinggalku. Megengan merupakan tasyakuran yang dilakukan secara bergantian oleh masyarakat, dari satu rumah kerumah yang lain. Tiap rumah menyediakan ambengan/berkat yang sudah diracik dalam suatu wadah. Jadi tiap-tiap undangan yang hadir dalam megengan tersebut mendapat satu bagian ambengan/berkat.
Dulunya ditempatku megengan
ini dilakukan serempak sehari sebelum bulan suci romadlon. Kenapa harus sehari
sebelum romadlon? Hal pernah saya tanyakan kepada nenek saya. Dan jawabnyapun
sederhana, biar lebih afdol katanya. Tapi untuk saat ini megengan tidak dilakukan
serempak dalam satu hari sebelum bulan romadlon. Bayangkan saja berapa banyak
ambengan yang akan diperoleh oleh tiap warga jika mereka melakukan megengan
dalam satu hari? Tentunya akan banyak sekali, dan akhirnya berkatpun tidak
habis dimakan, mau diberikan ke tetangga tapi tetangga juga mempunyai kasus
yang sama seperti kita. Bukankah ini akan menyebabkan mubazir? Semetara dalam
pandangan islam mubazir sangat tidak dianjurakan. Bahkan Rosulullah pernah
mengatakan bahwa “mubazir adalah teman syaithon”.
Oleh karena itu untuk saat
ini ditempatku megengan mulai dilakukan jauh hari sebelum ramadalan tiba. Misal
seminggu sebelum romadlon sudah ada yang mulai nyicil melakukan megengan,
sehingga dengan demikian tumpukan makanan berkat akan dapat dikurangi, dan
berkat tidak akan terbuang sia-sia.
Ditempat lain yang juga
merupakan tetangga kampungku, megengan tidak dilakukan di tiap rumah, tapi
serempak di masjid. Tiap keluarga membawa satu ambengan, dan ambengan ini akan
dimakan secara bersama-sama. Beda lagi tata cara megengan yang dikukan di pare.
Menurut informasi dari teman megengan dilakukan di masjid secara serempak bagi
yang kurang mampu, dan bagi orang yang tergolong kaya megengan dilakukan
dirumah sendiri, dan mengundang banyak orang. Ya, apapun bentuk dan caranya
yang penting sama tujuannya. Itulah uniknya islam dalam menyambut datangnya
bulan suci romadlon.
Eh lupa satu hal lagi, megengan bukan hanya dilakukan untuk
menyambut bulan suci romadlon lho, tetapi megengan ini juga dikukan lagi untuk
menutup berakhirnya bulan suci romadlon. Hmmmm asyiiik makanan enak melimpah
ruah ni, hehehehe.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar