Cerita ini adalah kejadian nyata yang terjadi pada
temanku yang bernama A’an. Ketika itu dia hendak pulang kampung halaman (pare)
dari kota malang tempat dia menempuh ilmu. Dia pulang dengan membawa uang satu
lembar Rp 20.000. Uang tersebut digunakan untuk naik angkot dari kos menuju terminal
bus landungsari malang Rp 2,500, sehingga uang kembalian yang dipegang A’an
saat ini Rp 17,500. Setelah sampai terminal Landungsari A’an naik bus puspa indah menuju Pare. Di dalam dalam
bus tersebut ada seorang pengamen lalu A’an pun memberikan uang Rp 500 yang
merupakan sebagian dari uang kembalian saat dia naik angkot tadi. Uang A’an
saat ini tinggal Rp 17.000.
Tibalah saatnya seorang kondektur bus menarik
ongkos kepada penumpang. Ongkos bus Malang – Pare waktu itu Rp 15.000. Dengan
tenangnya A’an membayar ongkos bus dengan uang pas Rp 15.000. Uang tersebut
terdiri dari satu lembar uang sepuluh ribuan dan satu lembar lagi uang lima
ribuan. Tanpa A’an sadari uang sepuluh ribuan tersebut sudah tidak layak
pakai/lecet/rusak, sehingga kondektur buspun tidak mau menerima uang A’an yang
sepuluh ribuan. A’an bingung, karena dia tidak tau harus membayar pakai apa,
saat itu dia hanya berfikir akan turun jika kondektur menyuruhnya untuk turun.
Subhanallah tapi Allah berkehendak lain, Allah akan selalu menolong hambanya
bagi siapa saja yang Dia kehendaki.
Singkat cerita, waktu A’an mempunyai inisiatif
untuk menukarkan sepuluh ribuan itu. Dia mencoba menukarkan kepada seorang ibu
yang saat itu duduk dibangku depannya meski dengan perasaan malu yang
tak.terkira,
A’an “Buk, minta tolong tukar uang sepuluh ribuan
saya bisa bu, pak kondekturnya tidak mau menerima uang saya katanya sudah rusak
dan tidak laku lagi”.
Ibuk ”Oh gitu, iya dek bisa”. A’an pun bergegas
menyodorkan uang sepuluh ribuannya.
Ibuk, “ Oh itu uangnya adek simpan saja untuk beli
jajan, dan ini uang sepuluh ribu untuk bayar busnya.
A’an pun menolak pemberian itu, tapi ibuk tetap
ngotot, akhirnya A’an menerima juga, kemudian ibu itu bertanya lagi “Lha nanti
adek menuju rumah naik apa?”
A’an menjawab “Naik ojek Bu,karena dari tempat
saya turun nanti, masih sekitar 5 km menuju rumah”
Mendengar jawaban A’an Ibu itu mengeluarkan
dompetnya lagi dan mengambil uang sepuluh ribuan lalu diberikan kepada A’an.
Tidak hanya itu A’an pun diberi dua batang roti untuk dimakan saat itu.
Subnallah maha suci Allah dengan segala firmannya.
Tahukah kalian mengapa hal tersebut bisa terjadi? Tentunya ini bukan suatu
kebetuan belaka, tapi sesuai dengan janji Alloh dalam surat Albaqoroh : 261,
bahwasanya Allah akan melipat gandakan orang-orang yang mau bersodaqoh. Padahal
jika kita cermati dari atas A’an hanya mensodaqohkan Rp 500 kepada sang pengamen.
Dan uang tersebut diganti oleh Allah dengan berlipat-lipat ganda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar